Tito menutup rangkaian kunjungan di Aceh dengan salat Subuh berjemaah dan mengisi tausiyah di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Minggu (22/2/2026).
Tito menutup rangkaian kunjungan di Aceh dengan salat Subuh berjemaah dan mengisi tausiyah di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Minggu (22/2/2026).
Kecepatan dalam proses pendataan sangat penting agar penyaluran bantuan tidak terhambat, dan penyintas bencana Sumatera tidak harus berpeluh dalam menjalani Ramadan.
Dengan langkah ini, diharapkan seluruh bantuan dapat segera diterima oleh penyintas bencana di Sumatera, memudahkan mereka dalam proses pemulihan dan mempercepat pulihnya kehidupan mereka.
Berdasarkan data pemutakhiran per 11 Februari 2026, dari 75 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut, sebanyak 52 daerah terdampak bencana.
Banyak warga yang memilih meninggalkan lokasi pengungsian dan tinggal sementara di rumah keluarga atau menyewa tempat tinggal, sehingga berhak mendapatkan DTH.
Tito juga menyerahkan berbagai paket bahan pokok dan perlengkapan sandang, seperti kelambu, pakaian anak, mukena, selimut, masker, serta perlengkapan kebersihan.
Tito menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.
Kementerian Dalam Negeri perlu juga untuk mencermati keterbatasan sumber daya birokrasi di daerah pascabencana.
Mendagri mengusulkan agar pembiayaan pemulihan dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat keterbatasan kapasitas fiskal daerah.
Tito mengatakan pemerintah akan menyiapkan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap).