Dengan langkah ini, diharapkan seluruh bantuan dapat segera diterima oleh penyintas bencana di Sumatera, memudahkan mereka dalam proses pemulihan dan mempercepat pulihnya kehidupan mereka.
Dengan langkah ini, diharapkan seluruh bantuan dapat segera diterima oleh penyintas bencana di Sumatera, memudahkan mereka dalam proses pemulihan dan mempercepat pulihnya kehidupan mereka.
Berdasarkan data pemutakhiran per 11 Februari 2026, dari 75 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut, sebanyak 52 daerah terdampak bencana.
Didampingi Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, Tito menyusuri area Huntara untuk meninjau kelayakan serta kelengkapan sarana dan prasarana bagi para pengungsi.
Dalam proses pembangunan, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan mitra swasta juga terlibat dalam percepatan ketersediaan Huntara.
Tito menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.
Kementerian Dalam Negeri perlu juga untuk mencermati keterbatasan sumber daya birokrasi di daerah pascabencana.
Mendagri mengusulkan agar pembiayaan pemulihan dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat keterbatasan kapasitas fiskal daerah.
Tito mengatakan pemerintah akan menyiapkan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap).
Layanan jemput bola yang dilakukan petugas Dukcapil dinilai cepat, mudah, dan tanpa pungutan biaya, sehingga warga kembali memiliki dokumen kependudukan dalam waktu singkat.
Mendagri memberikan perhatian terhadap kerusakan infrastruktur publik serta percepatan perbaikan jaringan listrik dan layanan dasar.