Awalnya, Tito mengajukan dukungan Rp2 miliar per kabupaten/kota. Namun setelah menerima laporan Mendagri secara langsung, Presiden Prabowo memutuskan untuk melipatgandakan dukungan anggaran menjadi Rp4 miliar per kabupaten.
Kehadiran Mendagri menjadi bukti bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak membiarkan pemerintah daerah bekerja sendirian dalam menghadapi bencana.