Seorang Pasien di RSUD Tulungagung Terindikasi Infeksi Virus Corona

Seorang Pasien di  RSUD Tulungagung Terindikasi Infeksi Virus Corona Petugas dengan baju perlengkapan medis menangani pasien yang mengalami gejala radang tenggorokan akut di ruang isolasi RSUD dr Iskak, Tulungagung, Sabtu. ANTARA

TRENGGALEK-Seorang pasien di RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, terindikasi terkena virus 2019-nCov (Corona). Pasien tersebut memiliki riwayat kunjungan ke negara Korea Selatan (salah satu negara yang positif terpapar virus corona).

Kendati belum ada kepastian sakit yang diderita pasien rujukan salah satu rumah sakit swasta di Kediri itu, pihak RSUD dr Iskak tetap memberlakukan prosedur penanganan kedaruratan medis seperti menangani pasien kasus corona yang kini menjadi perhatian dunia kesehatan internasional tersebut.

"Dalam dunia medis itu kita harus memprediksi kita harus (melakukan tindakan) berlebihan daripada kita kecolongan. SOP-nya memang begitu, sampai kemudian terbukti tidak/bukan (corona)," kata Direktur RSUD dr Iskak, Eko di Tulungagung, Selasa (09/02).

Eko menambahkan, semua pasien yang di curigai terinfeksi virus corona akan kita perlakukan sebagai pasien yg terkena virus memastikan sampai terbukti tidak secara klinis.

Semua pasien yang dicurigai tersebut, kata Eko, akan  diobservasi sesuai standar klinis secara mendalam di ruangan isolasi khusus yg sudah dimiliki oleh RSUD Dr. Iskak Tulungagung sebagai Rumah Sakit rujukan.

"Saya sampaikan secara resmi bahwa sampai hari ini belum/tidak ada pasien yang positif terinfeksi virus corona," ujarnya.

Dokter Spesialis Paru RSUD dr Iskak mengatakan pasien bersangkutan masih akan terus diawasi sambil menunggu hasil pemeriksaan uji sampel lendir hasil swep tenggorokan.

Dia menyatakan pasien yang kini dirawat di ruang isolasi itu belum bisa dinyatakan terpapar virus corona, karena saat diperiksa panas sudah tidak ada. Batuk tidak ada, dari hasil lab normal semua. Foto rontgen juga tidak ada gejala pneumoni. Untuk sementara ini kami simpulkan pasien ini sebagai orang dalam pemantauan.

"SOP (standart operational procedure) bagi pasien dengan status orang dalam pemantauan itu haruslah diisolasi. Namun teknis isolasi bisa dilakukan di RSUD dr Iskak atau di rumah," lanjut dr Movammad Arvi, dokter spesialis paru di RSUD dr Iskak.

"Saya minta agar masyarakat tetap tenang, silahkan tetap beraktifitas seperti biasa, jangan terpengaruh oleh isu yang tidak diyakini kebenarannya, menjaga kebersihan dengan senantiasa mencuci tangan setiap selesai ke luar rumah, tidak mengusap wajah dalam keadaan tangan belum dicuci. Bersin dan batuk senantiasa dengan cara yang benar yaitu ditutupi dengan lengan posisi siku ditekuk dan sebagainya,"imbuh dia. (Ant)