Malaysia Ketagihan Pisang Agung Lumajang

Malaysia Ketagihan Pisang Agung Lumajang Pisang Agung Lumajang siap Jual/Foto: foto [email protected]_Official.

LUMAJANG-Pisang lokal Indonesia, seperti pisang agung asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diburu negara lain seperti Jepang, Singapura dan Malaysia. Baik untuk konsumsi maupun industri.

Permintaan pisang dari Malaysia cukup tinggi yakni minimal dua kontainer atau 36 ton per minggu atau sekitar 144 ton per bulan.

"Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Karantina Pertanian Jatim bekerja sama dengan pihak eksportir (CV Bintang Perkasa) telah mengekspor sekitar 18 ton pisang tanduk atau pisang agung dan 9,8 ton pisang kepok di kawasan Puspa Agro Sidoarjo ke Malaysia," kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Lumajang, Donny Ananto di Lumajang, Selasa (13/08).

Konsumen Malaysia, kata Donny, membutuhkan buah pisang dalam volume besar dan tingkat kematangannya sekitar 80 persen, sehingga permintaan pisang agung dipasok dari Kabupaten Lumajang dan Tulungagung, namun Malaysia juga membutuhkan pisang kepok yang sementara ini harus didatangkan dari luar Jawa Timur.

"Ekspor pisang tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam tahun 2019, karena sebelumnya telah dilakukan pada 28 Juli 2019 lalu dengan kapasitas 26 ton pisang tanduk atau pisang agung," jelasnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang telah gencar melakukan aksi gerakan tanam pisang agung bersama petani pisang untuk mendukung kegiatan ekspor buah pisang agung yang merupakan komoditas buah unggulan Kabupaten Lumajang tersebut.

"Sejak November 2018, kami melakukan aksi gerakan tanam pisang agung dengan harapan petani pisang yang ada di wilayah Kecamatan Senduro, Pasrujambe, Gucialit, Candipuro, dan Pronojiwo bisa mengikutinya untuk mengembangkan komoditas pisang agung di Lumajang," ujarnya.

Donny berharap petani pisang di Kabupaten Lumajang bisa bersama-sama untuk mengembangkan komoditas pisang agung, sehingga nantinya Lumajang dapat memenuhi pasokan komoditas pisang yang dibutuhkan oleh eksportir.

"Dalam waktu dekat, kami akan menindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan antara Pemkab dengan eksportir untuk lebih meningkatkan kerja samanya, agar bisa meningkatkan kesejahteraan petani pisang di Lumajang," tutupnya. (Ant)