Gaduh Bendera Tauhid, Ini 3 Imbauan MUI Kota Malang

Gaduh Bendera Tauhid, Ini 3 Imbauan MUI Kota Malang Logo MUI, Foto: Instagram.

Malang - Majelis Ulama Indonesia Kota Malang mengimbau warga setempat untuk menjaga suasana kondusif melaui surat imbauan.

Hal ini terkait dengan insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat beberapa hari lalu.

Dalam surat imbauan bernomor 108/MUI-KTMLG/X/2018 itu dinyatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang menjalani berbagai agenda penting kenegaraan, khusunya Pilpres 2019 mendatang.

"Setiap Peristiwa di masyarakat rentan dipolitisasi atau pun dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah masyarakat, khususnya umat Islam," bunyi surat itu yang diterima Jatimpos.id, Jumat (26/10).

Demi untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, MUI Pemkot malang mengeluarkan tiga imbauan, yakni: 

1. Semua pihak dan segenap warga masyarakat Kota Malang tetap memelihara kedamaian dan kerukunan, Terutama dalam menghadapi Pilres mendatang.

2. Kepada Pemerintah Daerah beserta FORPIMDA Kota Malang, kami berharap semaksimal mungkin untuk menciptakan dan memelihara suasana kondusif Kota Malang, serta melarang kegiatan-kegiatan yang mengarah pada perpecahan bangsa.

3. Adapun peristiwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, akan lebih baik jika diadakan tabayyun kepada yang bersangkutan, karena sangat berbahaya jika hanya mendengar peristiwa dari satu sumber saja.

Terkait imbauan tersebut, Staf MUI MUI Kota Malang, Mufied mengatakan sudah disampaikan dalam forum Forum Pimpinan Daerah (FORPIMDA).

"Inggih betul, kami sampaikan saat pertemuan Forkompimda Kota Malang di Masjid Ahmad Yani," katanya dihubungi Jatimpos.id hari ini.

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji percaya bahwa dirinya, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Malang, tokoh agama dan masyarakat di wilayahnya tidak menghendaki kegaduhan di Garut, Jawa Barat pada 22  Oktober lalu terjadi di Bumi Arema.