Lebih Dari 100 Aparat Turun Menjaga Salat Id di Pamekasan

Lebih Dari 100 Aparat Turun Menjaga Salat Id di Pamekasan Sebagian personel TNI dan Polri saat mengamankan Shalat Id di sekitar masjid As-Syuhada Pamekasan, Ahad (11/8/2019). (Foto: Antara).

PAMEKASAN - Aparat kepolisian Polres Pamekasan, Jawa Timur menerjunkan sedikitnya 110 personel, guna mengamankan pelaksanaan salat Id pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, Ahad (11/8) pagi.

"Mereka kami tugaskan di sejumlah lokasi pelaksanaan salat Id di Kota Pamekasan, seperti di Masjid As-Syuhada, lapangan Bakorwil IV Pamekasan dan di lapangan Pendopo Pemkab Pamekasan," kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Pamekasan, Kompol Djalaludin.

Menurut Djalaludin, ke-110 personel itu merupakan gabungan dari unsur kepolisian, TNI Polisi Militer, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan personel dari Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Pamekasan.

Para personel ini, umumnya ditugaskan mengamankan parkir dan mengatur parkir kendaraan bermotor warga yang menunaikan ibadah salat Id.

Di Pamekasan, Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriah serentak jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019, baik ormas Nahdlatul Ulama (NU) maupun ormas Muhammadiyah.

Sementara itu, Khotib salat Id di Masjid As-Syuhada Pamekasan, KH Ahmad Fauzi Tidjani dalam khotbahnya mengajak, agar umat Islam menjadikan Hari Raya Idul Adha kali ini sebagai pelajaran peristiwa kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim.

Menurut Ahmad yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep itu, kisah pengorbanan Nabi Ibrahim terhadap putranya Ismail itu, menunjukkan pentingnya semangat pengabdian yang tinggi dalam sebuah keluarga.

"Sebab kebaikan dalam keluarga pada akhirnya akan berimbas pada terwujudnya kesalehan sosial," pungkas Ahmad. (Ant).