Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa kerja nyata di lapangan jauh lebih penting dibandingkan sorotan kamera. Pesan tersebut disampaikan kepada para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang ditugaskan membantu pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Mendagri menekankan agar para praja IPDN tidak ragu bekerja tanpa eksposur publik. Menurutnya, keberhasilan pemulihan daerah terdampak bencana diukur dari pulihnya fungsi pemerintahan dan aktivitas ekonomi masyarakat, bukan dari banyaknya liputan.
Hal tersebut disampaikan Mendagri saat memberikan pengarahan kepada 1.132 praja IPDN yang diterjunkan untuk membantu pembersihan lumpur serta pemulihan sarana dan prasarana pemerintahan di lingkungan Kantor Bupati Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Mendagri mencontohkan pola kerja silent warrior yang ditunjukkan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kedua kementerian tersebut dinilai bekerja tanpa banyak eksposur, namun memberikan dampak nyata bagi percepatan pemulihan.
“Saya melihat langsung bagaimana Menteri Kesehatan bekerja luar biasa tanpa kamera dan tanpa banyak terekspos. Hampir seluruh rumah sakit umum daerah di 52 wilayah terdampak kini sudah kembali berfungsi,” ujar Mendagri.
Mendagri juga mengapresiasi langkah cepat Kementerian UMKM dalam mendampingi pelaku usaha terdampak bencana. Melalui pendampingan intensif, aktivitas pasar, warung, toko, hingga restoran di sejumlah daerah mulai kembali berjalan.
“Restoran mulai buka, toko-toko mulai beroperasi. Itu hasil kerja pendampingan Kementerian UMKM yang dilakukan secara senyap, tetapi berdampak besar bagi kebangkitan ekonomi masyarakat. Para relawan kesehatan dan tenaga pendamping UMKM adalah pejuang yang bekerja dalam diam, tanpa banyak eksposur,” imbuhnya.
Menurut Mendagri, pulihnya roda pemerintahan daerah dan bangkitnya sektor UMKM merupakan indikator utama keberhasilan pemulihan pascabencana. Karena itu, ia meminta para praja IPDN meneladani semangat kerja para silent warrior tersebut.
“Kita ingin kepala daerah dan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) tidak merasa sendiri, saudara-saudara kita di pengungsian tidak merasa ditinggalkan, dan para pelaku usaha tidak merasa sendiri. Mereka membutuhkan tangan-tangan kita untuk membangkitkan,” tegas Mendagri.
Lebih lanjut, Mendagri menyampaikan bahwa apabila pemulihan di Aceh Tamiang dapat diselesaikan lebih cepat, maka penugasan praja IPDN akan dialihkan ke daerah terdampak lain, seperti Aceh Utara, Aceh Timur, atau Gayo Lues.
“Jika masih dibutuhkan, gelombang berikutnya akan kami kirim sampai situasi benar-benar normal. Terima kasih kepada seluruh praja IPDN atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujar Mendagri.
Kegiatan pengarahan tersebut turut dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi.