Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany ST PhD (kiri) dengan Pihak BSI dan TNI AL mencoba Water Station di Lapangan Lapangan Marinir Bogowonto. Foto Pemprov Jawa Timur

Inovasi Teknologi untuk Air Bersih dan Lingkungan

ITS Luncurkan Water Station di Surabaya: Inovasi Teknologi untuk Air Bersih dan Lingkungan Berkelanjutan

Inovasi ini menggabungkan teknologi tepat guna, kepedulian lingkungan, dan semangat gotong royong.

Terus berkomitmen mengembangkan teknologi dan inovasi tepat guna, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan kiprahnya melalui peluncuran Water Station di Lapangan Marinir Bogowonto, Surabaya. Program ini, merupakan hasil kolaborasi ITS dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan dukungan TNI Angkatan Laut (AL).

Inovasi ini menggabungkan teknologi tepat guna, kepedulian lingkungan, dan semangat gotong royong. ITS berperan aktif dalam pengembangan teknologi dan desain, sementara BSI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mendukung pendanaan dan pelaksanaan. Marinir TNI AL berkontribusi menyediakan lokasi strategis untuk implementasi.

Teknologi untuk Kesehatan dan Keberlanjutan

Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany ST PhD, menjelaskan, water station bukan hanya fasilitas penyedia air minum, tetapi juga upaya mewujudkan masa depan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan inklusif.

“Teknologi seharusnya hadir di tengah masyarakat, menjawab persoalan nyata, dan menjadi jembatan untuk mengurangi kesenjangan sosial,” ujar Taufany dalam rilis resmi ITS, Rabu (6/8).

Water Station dirancang dengan sistem filtrasi efisien dan ramah lingkungan, mengolah air keran menjadi air siap minum berkualitas tinggi. Inovasi ini berpotensi mengurangi penggunaan hingga 4.000 botol plastik dan menekan emisi karbon sekitar 0,33 ton CO₂.

Taufany menambahkan, air keran di Surabaya masih mengandung partikel dan kontaminan yang perlu disaring. Karena itu, teknologi ini diharapkan memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Pendidikan, Pengabdian, dan SDGs

Proses pembuatan Water Station melibatkan mahasiswa ITS, sehingga menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi-menggabungkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Melalui proyek seperti ini, mahasiswa ITS tidak hanya belajar teknik dan desain, tetapi juga empati, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial,” tambah Taufany, yang juga dosen Departemen Teknik Kimia ITS.

Proyek ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

- Poin 6: Air bersih dan sanitasi layak

- Poin 12: Konsumsi dan produksi bertanggung jawab

- Poin 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan

Taufany berharap, kolaborasi lintas sektor ini dapat terus diperluas, tidak hanya di bidang air bersih, tetapi juga di berbagai program inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Komentar