Geram, Aktivis Banyuwangi Ingatkan Dampak Penebangan Mangrove

Akan dibangun jogging track di kawasan sungai mangrove tersebut.
Selasa, 17 Des 2019 12:58 WIB Author - Fathor Rasi

BANYUWANGI-Aktivis lingkungan hidup Banyuwangi, Jawa Timur, dibuatresah dan geram atas rencana penebangan 4.000 pohon mangrove di lahan 16.000 m2, di sungai Kalilo yang masuk dalam kawasan PT Pelindo Properti Indonesia.

Pasalnya, keberadaan tanaman mangrove di sungai Kalilo itu mampu menjaga keanekaragaman hayati seperti mencegah abrasi, menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem.

Seandainya terjadi pembabatan pohon mangrove di kawasan ini dampaknya sangat luas, kata Ketua Lingkar Studi Kerakyatan, Muhammad Helmi Rosyadi.

Sementara pihak Pemkab Banyuwangi, menukil bangsaonline.com, mengatakan kawasan hutan mangrove yang berada di Kelurahan Kepatihan dan Mandar akan ditata dan tidak akan ditebang semua.

Kawasan muara mangrove akan ditata, tetapi tidak mengahancurkan hutan mangrovenya. Kawasan ini di pinggiran muaranya kanan kiri akan dibuat jogging trek, ujar Asisten Administrasi Pemkab Banyuwangi, Guntur Priambodo, Senin (16/12).

Baca juga :