Bulog Tulungagung Terima 30.000 Ton Jagung Impor

Bulog Subdivre Tulungagung mendapat jatah alokasi jagung impor sebanyak 30.000 ton atau sekitar 50 persen dari total alokasi Jawa Timur.
Sabtu, 15 Des 2018 18:34 WIB Author - Fatah Hidayat Sidiq

TULUNGAGUNG - Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Tulungagung mendapat jatah alokasi jagung impor sebanyak 30.000 ton atau sekitar 50 persen dari total alokasi Jawa Timur yang mencapai 60.000 ton.

Kepala Bulog Subdivre Tulungagung Khrisna Murtianto mengatakan, alokasi jagung impor untuk Bulog Subdivre Tulungagung dipengaruhi oleh besarnya kebutuhan bahan baku untuk campuran pakan ternak unggas di wilayah tersebut. Terutama untuk wilayah Kabupaten Blitar yang merupakan penghasil telor ayam terbesar di Indonesia.

Selain (Divre) Tulungagung, suplai jagung impor juga diberikan untuk Bulog Malang, Kediri dan Surabaya dengan alokasi masing-masing 10.000 ton, kata Khrisna di Tulungagung, Sabtu (15/12).

Kami mendapatkan alokasi sekitar 30.000 ton dan itu harus habis dalam waktu satu bulan, ungkapnya.

Khrisna menerangkan, jagung impor tersebut nantinya dijual kepada peternak seharga Rp4.000 per kilogram (Kg) dalam bentuk curah. Harga tersebut lebih murah dibanding harga dipasaran yakni Rp5.500 per Kg.

Baca juga :