Universitas Brawijaya Gelar Veterinary Festival 2019

Universitas Brawijaya Gelar Veterinary Festival 2019 Para pecinta hewan memamerkan hewan peliharaan mereka pada Veterinary Festival 2019, yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, di Lapangan UB Kampus 2, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (24/11/2019). (Foto&keterangan: Antara).

MALANG - Universitas Brawijaya Malang, berupaya untuk meningkatkan pemahaman dan edukasi masyarakat, terkait kesehatan hewan. Hal ini melalui penyelenggaraan Veterinary Festival 2019, di Lapangan UB Kampus 2, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, Sudarminto Setyo Yuwono, mengatakan dalam penyelenggaraan Veterinary Festival 2019 kali ini, pihaknya menggandeng komunitas pecinta anjing di wilayah Malang Raya.

"Veterinary Festival ini merupakan salah satu upaya kami, untuk meningkatkan edukasi masyarakat terutama terkait kesehatan hewan peliharaan mereka," kata Sudarminto, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (24/11).

Sudarminto menjelaskan, meskipun dalam penyelenggaraan Veterinary Festival 2019 pihaknya menggandeng komunitas pecinta anjing. Namun, para peserta berasal dari berbagai kalangan komunitas pecinta hewan lainnya.

Menurut Sudarminto, ada beberapa komunitas pecinta hewan lain, seperti komunitas pecinta kucing, reptil, burung. Termasuk hewan-hewan eksotik yang berasal dari wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

"Selain memberikan edukasi tentang kesehatan hewan, kami juga memberikan vaksin rabies pada penyelenggaraan Veterinary Festival 2019," kata Sudarminto.

Menurutnya, ada sebanyak 300 vaksin rabies yang dibagikan kepada komunitas pecinta anjing di Malang Raya, yakni Dog Lover Malang (Doloma). Sepanjang 2019, pihak Universitas Brawijaya Malang akan membagikan 500 vaksin rabies gratis.

"Dengan adanya pemberian vaksin tersebut, kami harapkan bisa mengurangi kasus-kasus rabies yang terjadi di Malang Raya," kata Sudarminto.

Dalam kesempatan itu, Kepala Seksi Kelembagaan dan Penyuluhan Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Mochammad Rifai, menambahkan bahwa pihaknya juga berupaya untuk mendorong upaya pengendalian penyakit rabies. Hal ini melalui kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan.

"Kami juga mengalokasikan anggaran untuk pengadaan vaksin rabies tiap tahunnya. Karena, penyakit rabies ini masuk dalam golongan penyakit strategis, yang harus ditanggulangi," kata Rifai.

Ketua Doloma, Rico Susanto, menjelaskan penyakit rabies pada anjing biasanya ditemukan pada anjing yang bukan merupakan hewan peliharaan. Kebanyakan, anjing dengan penyakit rabies ditemukan pada anjing tidak terawat, telantar dan terbuang.

"Anjing yang terkena rabies adalah anjing yang tidak terawat, telantar, dan terbuang. Kami juga mengkampanyekan gerakan Dog Meat Free Indonesia, atau gerakan bebas dari konsumsi daging anjing," tutup Rico.

Penyelenggaraan Veterinary Festival 2019 tersebut, merupakan salah satu rangkaian dari peringatan Dies Natalis Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya ke-11. Ini diharapkan bisa meningkatkan sinergi, guna meningkatkan kesadaran masyarakat atas kesehatan hewan yang dipelihara. (Ant).