Sejumlah Persoalan Pasar Rakyat di Surabaya

Sejumlah Persoalan Pasar Rakyat di Surabaya Kantor pusat PD Pasar Surya/Foto: twitter.com

SURABAYA-Rata-rata kepala pasar rakyat di Kota Surabaya dinilai tidak inovatif mencari sumber pendapatan, selain penarikan retribusi dan parkir. 

Dampaknya, tidak memberikan keuntungan berupa pendapatan kepada Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) selaku pengelola pasar.

"Waktu kami menggelar rapat dengan manajemen PDPS, diketahui ada beberapa pasar yang tidak memberikan keuntungan. Ada juga yang tidak maksimal pendapatanya," kata Wakil Ketua Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Surabaya Anugrah Ariyadi di Surabaya, Rabu (01/08).

Selebihnya, sambung Ariyadi, mereka tidak mencari potensi sumber pendapatan yang bisa menambah pendapatan pasar.

Kondisi tersebut, lanjut dia, bisa dikatakan bahwa pengelolaan pasar rakyat di Surabaya oleh PDPS belum memenuhi standar manajemen pengelolaan pasar yang benar.

"Ini yang perlu kita carikan solusinya, Dirut PD Pasar Surya harus berani mengambil langkah yang inovatif sehingga pendapatan pasar dapat menyumbangkan deviden untuk BUMD PDPS pada Pemkot Surabaya," katanya.

Persoalan lain yang dihadapi PDPS saat ini mulai dari kasus hukum yang menyeret mantan Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Surya, Bambang Parikesit hingga tunggakan pajak yang mencapai milaran rupiah.

Tidak hanya itu, adanya tunggakan retrebusi, PBB hingga listrik juga menambah rumitnya persoalan.

"Semangatnya Komisi B adalah untuk melakukan pemetaan dan mencarikan akar permasalahan yang terjadi di masing-masing pasar. Makanya saya panggil semua kepala unit pasar untuk dimintai keterangan," ujarnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan anggaran dari Pemerintah Kota Surabaya yang semestinya digunakan untuk revitalisasi sejumlah pasar sempat ditahan kantor pajak karena menunggak pajak miliaran rupiah sehingga berakibat rekening PDPS diblokir.

Sejak rekening diblokir, PDPS tidak punya uang tunai yang bisa digunakan untuk revitalisasi atau membangunan sejumlah pasar rakyat di Kota Surabaya.

Untuk itu, Risma berharap hasil dari pembebasan sebagian lahan di Pasar Wonokromo untuk keperluan kelanjutan pembangunan frontage road dari arah Jalan Ahmad Yani Surabaya bisa digunakan PDPS memperbaiki sejumlah pasar rakyat yang kondisinya memprihatinkan atau rusak. (Ant)