Risma Resmikan Museum Pendidikan di HGN

Risma Resmikan Museum Pendidikan di HGN Wali Kota Surbaya, Tri Rismaharini, saat meresmikan Museum Pendidikan di Jl Genteng Kali, Senin (25/11)/Foto: command center surabaya.

SURABAYA-Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, meresmikan Museum Pendidikan bertepatan dengan Hari Guru Nasional, Senin (25/11), di Jl. Genteng Kali.

“Ternyata Tuhan mengabulkan doa saya. Dengan dibantu Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN), tanah bekas asing Cina ini sekarang sudah bisa dikelola pemkot. Saya ingin anak-anak tahu betapa beratnya pendidikan pada masa itu,” tutur Risma saat sambutan.

Melalui museum tersebut, perempuan sapaan akrab Risma ini mengaku ingin menyampaikan pesan pada generasi milenial bahwa pendidikan pada masa penjajahan sangatlah berat, sehingga tak mudah mengeluh.

“Kalau mereka tahu perjuangan zaman dahulu, maka anak-anak kita akan berjuang menggapai cita-citanya tanpa kenal putus asa dan tidak mengeluh,” jelasnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga berharap nantinya anak-anak Kota Pahlawan bisa bersaing tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga di tingkat dunia.

“Kita siapkan supaya tidak jadi penonton, karena itu kita persiapkan dengan betul,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Museum Pendidikan Surabaya merupakan museum tematik yang didirikan sebagai langkah pelestarian sejarah dan budaya bangsa dengan tujuan untuk mendukung kegiatan edukasi, riset dan rekreasi Kota Surabaya.

Total ada 860 buah koleksi yang terdiri dari Historika, Filologika, Heraldika, Etnograika, Keramologika, dan Tehnologika.

Pemkot Surabaya akan terus berupaya melengkapi koleksi museum tersebut.

Alur Museum sesuai dengan konsep Storiline periodisasi masa dinamika pendidikan di Indonesia dengan mengkomunikasikan koleksi dalam kontes museologi, Alur museum terbagi menjadi Masa Pra Aksara, Masa Kolonial, Masa Klasik, dan Masa Kemerdekaan.