Ribuan Pesilat Konvoi di Madiun

Ribuan Pesilat Konvoi di Madiun Foto Ilustrasi (Pixabay).

MADIUN-Sekitar 10 ribu pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Tunas Muda dari berbagai daerah merayakan Suran Agung di padepokan Jalan Doho, Kota Madiun, Jawa Timur, dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1441 Hijriah.

"Harapan kita semua, kegiatan Suran Agung tahun ini lancar. Para pesilat diminta untuk menjaga Madiun tetap kondusif dan merayakan Suran Agung sesuai kesepakatan," ujar Ketua Umum PSHW Tunas Muda, R Agus Wijono di Madiun, Minggu (15/09).

Dalam Suran Agung, terdapat sejumlah kegiatan digelar. Di antaranya, peringatan hari lahir aliran Setia Hati (SH), ziarah makam pendiri SH, pembinaan para pesilat, dan silaturahmi antar-anggota pesilat setempat. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh anggota Forkopimda Kota Madiun.

Terkait kegiatan itu, sebanyak 1.425 personel gabungan telah disiagakan guna mengamankan kegiatan suroan di wilayah hukum Polres Madiun.

"Sesuai kesepakatan, pesilat boleh masuk Kota Madiun asalkan mengendarai kendaraan roda empat tertutup. Yang naik sepeda motor akan dihentikan oleh petugas dan diminta kembali ke daerah asal," kata Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono.

Penjagaan ketat pun dilakukan di sejumlah titik perbatasan wilayah Kabupaten Madiun dengan Kota Madiun. Hal itu untuk merazia pesilat yang nekad masuk Kota Madiun dengan menggunakan sepeda motor dan membawa benda-benda terlarang, seperti senjata tajam, minuman keras, narkoba, dan atribut perguruan silat yang rawan mengundang konflik.

Meski telah dilarang, konvoi pesilat naik sepeda motor masih mewarnai perayaan Suran Agung 2019. Para pesilat tersebut melalukan konvoi sepulang dari kegiatan perayaan Suran Agung di padepokan.

Konvoi atau arak-arakan motor pesilat PSHW tersebut merupakan anggota pesilat yang berasal dari wilayah dalam Kota Madiun serta sejumlah daerah lain yang lolos masuk daerah kota meski telah dilakukan razia di beberapa titik. (Ant)