Ratusan Mahasiswa di Bondowoso Terima Beasiswa Pemkab

Ratusan Mahasiswa di Bondowoso Terima Beasiswa Pemkab Ilustrasi beasiswa, Foto: Pixabay

Bondowoso - Sebanyak 312 mahasiswa di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menerima beasiswa pendidikan. Beasiswa yang diberikan Pemkab tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan pelayanan bidang pendidikan.

"Kami optimistis pada 2019, bisa menambah jumlah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa pendidikan," kata  Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin usai menyerahkan secara simbolis beasiswa itu di Bondowoso, Jumat (30/11).

Pemberian beasiswa yang bertujuan meningkatkan angka partisipasi perguruan tinggi di Kota Tapai itu dinilai akan berdampak pada meningkatnya Sumber Daya Manusia (SDM) serta meningkatkan kesejahteraan dan citra masyarakat Bondowoso.

Ia juga mengapresiasi para orang tua mahasiswa karena telah mampu menyekolahkan putra dan putrinya hingga jenjang perguruan tinggi negeri.

"Kebanggaan yang paling utama bagi orang tua tidak lain adalah bisa menyekolahkan anaknya hingga sukses. Sedangkan kami dari pemerintah kabupaten memfasilitasi melalui dana APBD," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso, Endang Hardiyati menambahkan mahasiswa penerima beasiswa sudah melalui seleksi yang cukup ketat.

"Mulai seleksi administrasi, juga visitasi, dan yang diprioritaskan yang masuk dalam Basis Data Terpadu, atau masuk kategori keluarga kurang mampu," terangnya.

Ia menerangkan, ada dua jenis beasiswa yang diberikan kepada 312 mahasiswa, yakni beasiswa afirmasi sebanyak 162 orang dan beasiswa reguler sebanyak 150 orang.

Beasiswa afirmasi, khusus untuk mahasiswa yang kuliah di Universitas Negeri Jember, sedangkan reguler diperuntukkan bagi mahasiswa yang kuliah di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

Ia menambahkan, beasiswa afirmasi sudah memasuki tahun keempat dan setiap tahunnya mahasiswa penerima beasiswa mendapatkan Rp3 juta sedangkan reguler mendapatkan Rp2 juta setiap tahun.

"Pemberian beasiswa ini akan sangat membantu mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya, karena rata-rata para penerima berasal dari keluarga kurang mampu," pungkasnya.