Pengembangan Wisata Bromo Jangan Sampai Ancam Suku Tengger

Pengembangan Wisata Bromo Jangan Sampai Ancam Suku Tengger Kawan Gunung Bromo (Pixabay).

SURABAYA-Pengembangan pariwisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) jangan sampai mengancam kultur suku Tengger.

Hal itu diungkapkan Anggota Tim Peneliti Peneliti Lembaga Studi Advokasi dan Masyarakat (Elsam), Sueb.

Sebaliknya, lanjut Sueb, masyarakat adat setempat harus dilibatkan pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional TNBTS.

"Misalnya jangan sampai ada pembebasan lahan yang sewenang-wenang," katanya Selasa, (26/11).

Senada disampaikan peniliti lainnya, Adzkar Ahsinin bahwa pengembangan pariwisata harus didasarkan pada dialog dengan orang Tengger.

Adzkar, nemukil Jatimnet, mengkhawatirkan dampak ekologis kawsan TNBTS yang masuk dalam program wisata 10 Bali Baru tersebut.

"Perlu diperhatikan daya tampung atau skala pariwisata di kawasan TN BTS, harus disesuaikan dari segi ekologis," tutupnya.

BACA JUGA: 
Ratas, Khofifah Bahas Konektivitas Gresik, Bangkalan hingga Lamongan
Jatim Berpotensi Menjadi Raksasa Bangkit

Untuk diketahui, Pemprov Jatim akan mengembangkan kawasan Bromo Tengger Semeru sebagai proyek strategis nasional.

Gubernur sudah bertemu dengan Presiden Jokowi dan membahas soal percepatan pengembangan wilayah Bromo-Tengger-Semeru.

Salah satunya adalah penyediaan kereta gantung di lokasi tersebut, untuk memudahkan wisatawan menyaksikan sunrise di Gunung Bromo.

Disiapkan pula opsi-opsi tambahan yang bisa memudahkan akses bagi wisatawan untuk ke Bromo. Misalnya, perluasan dan pendalaman pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo.