Jaring Kasus Baru HIV/AIDS melalui 'Mobile Clinic'

Jaring Kasus Baru HIV/AIDS melalui 'Mobile Clinic' Ilustrasi HIV/AIDS. (Foto: Kemenkes)

Madiun - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim), mengadakan mobile clinic untuk menjaring temuan kasus baru penyebaran HIV/AIDS di kalangan berisiko tinggi. Kegiatan dilakukan per tiga bulan.

"Sasarannya adalah kaum berisiko tinggi penyebaran HIV/AIDS, seperti PSK (pekerja seks komersial) dan waria di tempat-temat hiburan malam," ujar Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Upaya Kesehatan (P2UK) Dinkes Madiun, Agung Tri Widodo, Sabtu (5/1).

Ada lima wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan mobile clinic. Yaitu, Saradan, Muneng, Pilangkenceng, Jiwan, dan Sambrejo. Sebab, di sana terdapat sejumlah tempat hiburan malam dan warung remang.

"Kami mencegah adanya perluasan titik penularan HIV/AIDS. Makanya, bentuk pendampingan yang kami lakukan adalah imbauan, agar selalu menggunakan pengaman ketika berhubungan seksual," jelas dia.

Pada 2018, menurut data Dinkes Madiun, ada sembilan temuan baru kasus HIV/AIDS yang berhasil dijaring melalui mobile clinic. Sedangkan temuan baru lainnya, diketahui melalui pemeriksaan di klinik VCT, pemeriksaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI), dan lainnya.

Dinkes Madiun mencatat, sekitar 650-an orang menderita HIV/AIDS sejak ditemukan pertama kali pada 2002 hingga akhir 2018. Sebagian besar merupakan warga pendatang. Namun, beberapa orang di antaranya telah meninggal dunia.

Mobile clinic, tambah Agung, juga melayani penanganan pengobatan antiretroviral (ARV) seumur hidup yang ditanggung lembaganya secara gratis, konsultasi, serta pembinaan lain terkait HIV/AIDS. (Ant)