Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran di Kampanye Sandi

Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran di Kampanye Sandi Cawapres nomor 02 Sandiga Uno kalungkan serban ke pendukung Jokowi di Jawa Timur (Istimewa).

Magetan-Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur menemukan indikasi adanya mobilisasi pelajar dari salah satu SMK di Ponorogo yang hadir dalam kampanye cawapres Sandiaga Uno di GOR Ki Mageti, Magetan, Jawa Timur, Senin (08/04).

Untuk itu Bawaslu Jatim mendalami dugaan pelanggaran kampanye di Magetan tersebut.

"Kami masih mendalami kampanye dari salah satu calon wakil presiden, yang kemudian ada aktivitas siswa SMA," ujar Komisioner Bawaslu Jawa Timur Aang Kunaifi kepada wartawan, Jumat (12/04).

Saat ini, sambung Aang, pihaknya masih mengklarifikasi atas kejadian itu kepada guru pendamping.

"Informasi sementara, mereka dari Ponorogo diajak kunjungan sekolah, tapi ternyata sampai di Magetan diajak hadir di salah satu kampanye peserta pemilu," tuturnya.

Sementara untuk dugaan pelanggaran adalah adanya dua oknum kepala desa (kades) yang diduga hadir dalam akbar Partai NasDem di Magetan, Minggu 7 April 2019 lalu.

"Ini masih proses diklarifikasi pihak-pihak untuk memperoleh alat bukti. Saat ini yang sudah kami miliki sementara ini cuman dokumen foto kegiatan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, bila nantinya ditemukan pelanggran dalam kampanye yang sama-sama terjadi di Magetan, Bawaslu akan menjatuhkan sanksi.

"Nanti lihat hasil kajian teman-teman kabupaten Magetan dan Ponorogo. Hasilnya seperti apa," tutupnya.