Istri Gus Dur Pilih Sahur Bersama daripada 'Bukber'

Istri Gus Dur Pilih Sahur Bersama daripada 'Bukber' Sinta Nuriyah Wahid, istri almarhum Gus Dur (Wikipedia)

BONDOWOSO- Hampir setiap hari Istri mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid mengajak para duafa dan kaum terpinggirkan melakukan buka puasa bersama (bukber). 

Kini, kegiatan buka bersama itu mulai ditinggalkannya dan beralih pada kegiatan sahur bersama kaum duafa. 

Perempuan kelahiran Jombang, Jawa Timur, 8 Maret 1948, ini memiliki alasan tersendiri mengubah tradisi tersebut.

"Kalau buka bersama itu kan bersama-sama membatalkan puasa, kalau sahur artinya bersama-sama mengajak orang berpuasa. Jadi daripada mengajak orang membatalkan puasa, saya sekarang memilih mengajak orang puasa. Kalau sahur bersama artinya kan saya mengajak orang besok berpuasa. Perkara besok setelah sahur bersama mereka puasa atau tidak, bukan urusan saya, yang penting saya sudah mengajak," ucapnya dalam kegiatan sahur bersama dengan masyarakat di pendopo Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (29/05).

Alasan lainnya, sambung dia, karena buka puasa bersama sudah banyak dan ada dimana-mana.

"Ada di masjid, hotel-hotel, rumah gedongan dan lainnya. Bahkan kadang yang mengundang untuk buka puasa bersama itu tidak puasa, termasuk kadang-kadang yang buka puasa bersama juga tidak puasa," katanya sambil tersenyum.

Ibu dari empat anak ini mengatakan, dalam kegiatan di bulan Ramadan itu biasanya dia makan bersama dengan kuli bangunan, abang becak, pengamen dan lainnya, termasuk sahur bersama dengan mereka di kolong jembatan, di pasar-pasar atau di pinggir jalan bersama dengan para pengamen. (Ant)